Monday, April 26, 2010

Review Singkat HP Pavillion dv2



HP menjual notebook dv2 ini sebagai notebook dibawah US$ 800 yang sudah kita tunggu tunggu karena kombinasi kecepatan dan bentuk yang tidak ada sebelumnya. Benarkah?


Teknologi Baru AMD Berbaju HP Yang Rapih

Pabrik prosessor dan chipset AMD merupakan pemain lama yang selalu menjadi saingan Intel sekalipun skala perusahaannya lebih kecil. Ketika Intel sibuk selama tahun 2008 mempromosikan mini notebook dengan prosessor Intel Atom, AMD tidak mempunyai prosessor hemat listrik yang cocok untuk melawan Intel Atom. Awal tahun 2009 yang lalu AMD menginformasikan bahwa mereka akan berkonsentrasi membuat prosessor untuk notebook tipis 12 - 13 inci dengan kemampuan komputasi dan grafis yang tinggi. AMD menamakan prosessor ini AMD NEO.


Minggu lalu HP Indonesia memperkenalkan notebook 12 inci yang ringkas seri HP Pavillion dv2 dengan prosessor AMD NEO MV-40 dilengkapi kartu grafis dedicated ATI Mobility Radeon HD3410. Dengan nama Pavillion maka dv2 dikategorikan notebook seri entertainment "performa tinggi dengan harga terjangkau". Mengingat minat beli orang terhadap mini notebook ( netbook ) sangat tinggi, dimana tempat si dv2 ini ? Orang yang ingin notebook kecil dan ringan haruskan tetap memilih netbook ( misalnya HP Mini-Note 2140 dan HP Mini 1000 - 1 hingga 1.3 kg ) atau beralih ke HP Pavillion dv2 yang lebih besar layarnya ( 12.1 inci - 1.79 kg ) demi mengejar performance lebih? Itu adalah yang ingin dicari tahu Tambah.info dalam review singkat dv2 ini.


Mari kita lihat foto foto dari Pavillion dv2:

HP Pavilion dv2 Putih
HP Pavilion dv2 Hitam
tampak depan dv2 Espresso Black
dv2 sudah termasuk external DVD
LAN, VGA, HDMI, USB
DC-in, USB, Audio port, WiFi, Power
Memory, HDD mudah diakses
Mendukung 4GB dalam 1 slot memory
Baterai di foto adalah 6 cell
Slot untuk 3G modem sudah ada


Pavillion dv2 yang diuji oleh Tambah.info berwarna Hitam. HP memanggilnya warna Espresso Black. Cover magnesium alloynya hitam legam dan mengkilap. Sebenarnya semua bagian atas dan samping Pavillion dv2 mengkilap. Bagian touchpadnya yang berwarna chrome mengkilap tidak ada bedanya dengan cermin. Bagian pinggir keyboard dilapisi oleh bingkai berwarna chrome. Bagian samping tempat port USB / LAN juga berwarna chrome. Bagian bawah untungnya tidak mengkilap. Rongga hard disk, memory, dan WiFi adaptor bisa diakses dari bawah untuk kemudahan upgrade dan service.


Memory slot hanya satu dan sudah terisi keping 1 atau 2 GB memory asli dari HP ( dv2 tersedia dalam 2 pilihan ). Kapasitas memory 4 GB hanya bisa dicapai dengan menukar memory yang sudah ada ke 1 keping memory DDR2 4 GB ( jenis memory ini sudah ada tapi harganya masih mahal sekitar US$ 200 ). Perlu diketahui bahwa OS Windows Vista Premium yang datang dengan dv2 adalah versi 64-bit. Jika nanti anda memakai dv2 dengan memory 4 GB, maka anda bisa mengakses kesemua memory 4 GB ini. Windows Vista 32-bit saat ini terbatasi pengenalan memorynya menjadi sekitar 3.2 GB walaupun anda memasangkan memory sejumlah 4 GB.


Ada satu slot kosong untuk integrated 3.5G modem untuk pemasangan kartu modem PCI-Express kita sendiri. Bila kita benar hendak menambahkan modem kita sendiri, kita kemungkinan harus mengunjungi service center HP karena antena modem harus dipasangkan ke jalur antena yang biasanya disediakan di bingkai layar LCD.


Teknologi Prosessor dan Grafis Baru dari AMD

AMD Neo MV-40 kelasnya lebih tinggi dari AMD Sempron 210U yang digunakan di PC BenQ nScreen dengan cache sebesar 512 kB. Bila prosessor ini dibandingkan dengan AMD Turion X2, misalnya, maka konsumsi listrik MV-40 hanya setengahnya saja. Ini memungkinkan bentuk notebook yang lebih tipis dan konsumsi baterai yang lebih hemat. Keunggulan ini yang dimaksud oleh AMD ketika mereka bermaksud memberikan kemampuan komputasi tinggi di notebook tipis.

Gaming di HP Pavillion dv2

Saat ini bila kita ingin memiliki suatu notebook kecil dengan grafik yang lumayan. Lumayan dalam arti bisa dipakai untuk main game 3D dengan kualitas detail yang masih diterima, maka model yang ada dipasaran tidak banyak. Dulu ada


pilihan Asus U6Sg layar 12 inci seharga US$ 1600+ dan kini sudah tidak dijual lagi. Asus N10 layar 10 inci, prosessor Intel Atom, NVIDIA GeForce 9300M GS 256 MB seharga Rp. 7 jt-an adalah model yang cukup populer karena kecil dan kelengkapan graphicsnya. Kini Asus N10 pun sudah tidak dijual lagi. Jadi memang tidak banyak pilihan di pasaran untuk notebook kecil dengan kemampuan graphics yang cukup.


Nah kebetulan sekarang ada dv2 yang salah satu modelnya dipasangkan dedicated ATI Mobility Radeon HD3410 512 MB. Tam

bah.info melakukan uji coba memakai game Need For Speed - Undercover. Hasilnya: Game bisa dimainkan tanpa lag di

setting "low" di Cars dan World, serta efek "Smoke" dimatikan. Resolusi permainan adalah 1280 x 720.

Game Need For Speed
Razer pad dan mouse - courtesy gamer Handoyo

Dengan harga dv2-1003AX di Rp. 8 jt-an sudah termasuk eksternal DVD-RW, maka calon pembeli yang mencari notebook kecil yang bisa dipakai untuk gaming 3D ringan sekarang punya punya pilihan baru. Akankah orang yang tadinya mempertimbangkan membeli netbook dan tidak lagi mengharap bisa bermain game 3D berpindah ke model model seperti HP Pavillion dv2.


Spesifikasi Unit


Windows Experience Index

dv2 Graphics HD3410 skornya tinggi
Nilai dari Intel Atom integrated graphics

Perhatikan peningkatan yang jauh di angka Gaming Graphics - dv2 angkanya 4.0 dan jauh lebih tinggi dari angka di Intel Atom yang hanya 2.7.


Kecepatan Hard Disk

Kecepatan akses 32.3ms itu agak lambat
Kecepatan baca file file kecil agak lambat

Hard disk Seagate ST9320320AS kapasitas 320GB yang dipasangkan di dv2 termasuk ke hard disk performance menengah dengan kecepatan akses dan kecepatan membaca file file kecil yang tidak terlalu tinggi.


Kelebihan HP Pavillion dv2

  • Desain yang bagus
  • Graphics ATI HD3410 yang memungkinkan gaming dilayar 12.1 inci seharga Rp. 8jt-an.
  • Sudah termasuk DVD-RW Double Layer Lightscribe
  • Ada HDMI untuk koneksi ke LCD TV.

Kekurangan

  • Serba mengkilap - harus rajin di lap.
  • Baterai dengan adanya dedicated graphics akan lebih boros dan tidak bisa sehemat Intel Atom.

Kesimpulan

HP Pavillion dv2 patut dipertimbangkan kita sebagai calon pemakai yang ingin notebook kecil tapi dengan graphics yang memadai untuk gaming. Harganya juga terjangkau.



sumber:tambah.info




1 comment:

  1. Ani beli laptop dengan seri tersebut sejak sep 2009.
    Karena sudah ga kuliah pada 2010, laptop tsbt jarang dipakai.
    kemarin mencoba menghidupkan tiba-tiba muncul garis pelangi secara vertikal dan semakin lama semakin banyak dan menghitam.kenapa ya?
    padahal ga pernah kebanting, penyimpanannya juga baik.

    ReplyDelete