Saturday, September 8, 2012

Mulailah dengan Menulis Mimpi



Ingatkah pada mimpi Anda saat masih anak-anak? Apakah sekarang cita-cita itu sudah terwujud? Atau Anda memiliki cita-cita yang lain?

Ya, masa anak-anak memang penuh dengan keceriaan dan mimpi yang tak terbatas. Pada masa itu seolah hanya. Mulai dari dalih bersikap realistis hingga mengizinkan logika membuatnya mustahil. ada rasa optimis bahwa semua mimpi akan terwujud. Namun terkadang optimisme itu pudar seiring kedewasaan.



Bersikap realistis dan mengedepankan logika memang tidak boleh ditinggalkan. Namun bukan berarti itu menjadi alasan Anda mengubur mimpi dalam-dalam. Padahal bermimpi atau memiliki cita-cita adalah hal yang penting. Memiliki mimpi berarti Anda memiliki visi dan tujuan dalam hidup. Dengan demikian, Anda lebih fokus dan tahu apa yang harus dilakukan.

Sebagai jobseeker misalnya, Anda dapat bercita-cita bekerja di perusahaan idaman. Cita-cita tersebut akan menuntun Anda pada keyakinan dan usaha keras untuk mencapainya. Tentu hasilnya akan berbeda dengan jobseeker yang tidak memiliki tujuan khusus. “Sebagian besar jobseeker belum memiliki visi pada saat job fair. Sekadar masuk perusahaan, tetapi tidak tahu passion-nya di posisi apa,” terang Rudi Widiyanto, M.Psi, psikolog.

Untuk itu, Rudi berbagi kiat-kiat yang dapat dilakukan untuk membantu Anda mewujudkan impian. Hal pertama dan terpenting dalam menggapai mimpi tentu saja adalah merencanakan impian dan cita-cita itu sendiri.

Beberapa di antaranya yakni dengan membuat dreambook, mindmap, dan visualization.
  • Dreambook. Tulis semua impian Anda di atas kertas. Anda dapat menggunakan pena dengan warna menarik kemudian menempelkannya di cermin sehingga mudah terlihat. Sebaiknya gunakan kata yang positif dan powerful. Hindari kata ‘ingin’ atau ‘akan’ yang menimbulkan kesan impian Anda hanya menjadi mimpi dan tidak terwujud. Gantikan dengan predikat aktif seperti ‘membuat’, ‘menjadi’, dan sebagainya.

  • Mindmap. Pada dasarnya mindmap juga sama dengan dreambook tetapi Anda lebih bebas untuk membuat visualisasi kreatif. Dengan mindmap, Anda dapat menambahkan gambar dan foto pendukung yang membangkitkan semangat atau menggambarkan impian Anda. Selain itu, mindmap juga mampu mengaktifkan otak kanan karena pada dasarnya otak menyukai warna.

  • Visualization. Anda juga dapat membayangkan apa yang akan Anda kerjakan di masa depan. Hal ini akan mengaktifkan otak karena sebenarnya otak tidak dapat membedakan apakah bayangan itu nyata, benar terjadi, masa lalu, masa kini, atau hanya impian. Meskipun hanya membayangkan, visualization dapat membantu Anda bergerak mewujudkan impian.
Dengan perencanaan yang baik, bukan tidak mungkin mimpi Anda menjadi kenyataan. Jadi, jangan pernah takut untuk bermimpi. Tetap optimis, semangat, dan berpikir positif. Selamat mencoba dan semoga sukses! :) (source:ecc)



0 comments:

Post a Comment