Tuesday, March 12, 2013

Kerja Lebih Dari 8 Jam Picu Sakit Jantung, Stroke, Memperburuk Fungsi Otak




Saat ini bekerja menjadi aktivitas sehari-hari yang tidak dapat ditinggalkan. Akan tetapi, bekerja lebih dari 8 jam sehari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 80 persen. Menurut penelitian, karyawan yang sering bekerja lembur secara signifikan rentan menderita serangan jantung dan stroke. Menurut para peneliti dalam American Journal of Epidemiology menemukan orang yang sering lembur mengalami kombinasi stres, tekanan darah tinggi, serta diet tidak sehat. Hal-hal ini akan mengakibatkan masalah jantung lebih dini bagi para karyawan lembur.

Banyak penelitian menemukan, dibandingkan karyawan yang teratur bekerja 8 jam, mereka yang bekerja terlalu lama di kantor berisiko lebih tinggi mengalami sakit jantung 40 – 80 persen. Secara psikologis jam kerja yang terlalu lama menyebabkan seseorang mudah stres. Stres makin dipicu kebiasan yang meningkatkan kadar hormon penyebab stres kortisol. Kebiasaan itu seperti pola makan buruk serta kurangnya aktivitas fisik lantaran keterbatasan waktu luang.

Walaupun banyak orang masih menganggap stres sebagai hal yang seluruhnya negatif, kenyataannya stres dapat bersifat positif atau negatif. Menurut dr. Cecilia J. Setiawan, SpKJ, MKes, psikiater di Rumah Sakit Awal Bros Tangerang, stres dibagi menjadi normal dan abnormal. Stres yang normal akan menguntungkan karena dapat memotivasi seseorang untuk mengatasi hal yang membuatnya stres. Sedangkan stres yang abnormal menyebabkan gangguan dalam fungsi sehari-hari seseorang. Berbagai hal dapat menyebabkan timbulnya stres, seperti kehilangan pekerjaan, menderita penyakit berat, ditinggal mati orangtua, dan sebagainya. Ada juga beberapa hal yang pada kebanyakan orang tidak menyebabkan stres, tapi dapat menyebabkan stres pada orang-orang yang sensitif atau rentan.

Secara fisik, stres dapat menyebabkan gangguan dalam pengaturan sistem hormon, imunitas atau kekebalan tubuh, dan beberapa jenis zat tertentu dalam tubuh yang dapat menimbulkan penyakit-penyakit fisik. Hal ini menunjukkan bahwa stres dapat membuat kita rentan mengalami penyakit fisik, menyebabkan kekambuhan penyakit fisik, dan mempersulit penyembuhan penyakit fisik. Misalnya, seseorang yang mudah stres membuatnya menjadi pencemas disertai dengan gejala fisik jantung berdebar-debar. Apabila hal in tidak diatasi, maka dapat menuebabkansering merasa cemas dan akibatnya jantung pun sering berdebar-debar. Hal ini dapat mempermudah terkena penyakit jantung atau darah tinggi.

Selain itu, pada tahun 2009, Dr. Virtanen dan timnya menemukan kerja lembur sama buruknya dengan merokok dalam memicu risiko demensia atau kepikunan di kemudian hari. Tim ini menemukan, para pekerja paruh baya yang bekerja 55 jam atau lebih dalam sepekan memiliki fungsi otak lebih buruk daripada pekerja yang bekerja tidak lebih dari 40 jam dalam sepekan.(source:doktersehat)




0 comments:

Post a Comment