Friday, March 13, 2015

Dampak Melemahnya Rupiah



Terkait melemahnya rupiah terhadap dollar AS, memberikan efek yang berbeda pada beberapa pihak di Indonesia. Disatu sisi seolah mendapat berkah dengan kejadian ini, disisi lain menjadi merana karena mendapatkan kesusahan akibat melemahnya nilai tukar rupiah.









Pihak-pihak yang diuntungkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS adalah:
  1. Pemegang uang dollar AS. Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS akan membuat pemilik dolar di Indonesia makin kaya. Oleh karena itu tidak aneh, bila situasi ini dimanfaatkan oleh mereka yang tidak memiliki nasionalisme dan hanya mementingkan keuntungan pribadi agar bertambah kaya atau bertambah materi dengan beramai-ramai membeli dolar AS baik secara besar-besaran di pasar uang maupun kecil-kecilan dengan penjaja dolar di pinggir jalan. Mereka tidak peduli bila aktivitas mereka tersebut akan makin memperparah kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  2. Eksportir. Para pengusaha yang produknya dijual ke luar negeri akan mendapatkan keuntungan karena biaya produksinya di Indonesia berupa rupiah namun akan mendapatkan dolar dari hasil penjualannya di luar negeri. Asalkan komponen produksinya tidak bergantung pada bahan-bahan yang harus diimpor dari luar negeri. Biasa produsen komoditi hasil pertanian, laut dan perkebunan yang tidak memerlukan pengolahan yang akan mengalaminya. Pengusaha yang menghasilkan produk olahan makanan dan produk-produk lainnya yang tidak tergantung pada bahan-bahan impor juga akan menikmati keuntungan yang besar atas melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS.
  3. Sektor pariwisata. Melemahnya nilai tukar rupiah akan membuat para pemegang dolar di luar negeri relatif lebih kaya di mata ekonomi Indonesia. Objek wisata Indonesia pun akan makin menarik minat kunjungan wisatawan dari luar negeri karena dengan dolar yang dimiliki dapat menikmati berbagai fasilitas yang nyaman dibanding bila harus berwisata di negeri mereka sendiri, ditambah lagi dengan prestise dan sensasi berbeda yang didapatkan bila berlibur di negara lain seperti Indonesia. Promosi yang gencar dan peningkatan pelayanan akan sangat menentukan banyaknya wisatawan luar negeri yang datang ke Indonesia.

Pihak-pihak yang dirugikan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS adalah:
  1. Importir. Mereka yang sangat bergantung dengan produk-produk dari luar negeri baik produk jadi maupun bahan-bahan produksi akan sangat terpukul dengan melemahnya rupiah. Bila pangsa pasar produk tersebut di luar negeri atau dijual kembali ke luar negeri maka relatif tidak berpengaruh, namun bila produknya di jual di dalam negeri Indonesia maka akan sangat terasa kesulitannya sehingga terpaksa akan meningkatkan harga jual yang beresiko pada menurunya omset penjualan. Bila pelemahan rupiah terus terjadi, maka kadangkala perusahaan seperti ini terpaksa melakukan penghematan dan efisiensi untuk mengurangi biaya produksi antara lain dengan melakukan perumahan karyawan hingga PHK. Hal ini akan makin memperburuk kondisi perekonomian Indonesia bahkan bisa memicu gejolak sosial.
  2. Pemilik Utang Luar Negeri. Utang luar negeri dari Perusahaan dan Pemerintah akan makin membesar dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Disisi lain bila penerimaannya sebagian besar adalah rupiah maka akan mengalami kesulitan keuangan dalam membayar utang luar negeri. Upaya para pengutang untuk memperoleh dolar dalam rangka membayar utang yang jatuh tempo, bila jumlahnya sangat besar, juga dapat makin memperparah pelemahan nilai tukar rupiah.

Melemahnya nilai tukar rupiah bila tidak dapat diatasi akan menyeret negara kita kearah krisis ekonomi. Setiap komponen baik pemerintah, swasta maupun rakyat Indonesia harus bersatu dalam menghadapi hal ini. Masyarakat harus mengutamakan konsumsi produk-produk dalam negeri, dan tidak menjadi penghianat bangsa dengan memanfaatkan pelemahan nilai tukar rupiah sebagai ajang memperkaya diri sendiri. 

Pemerintah juga harus senantiasa berusaha memandirikan ekonomi bangsa agar tidak tergantung dengan produk impor sehingga beras, daging sapi, bawang, cabai, kedelai, gula, garam hingga singkong pun harus diimpor dari luar negeri yang otomatis sangat membutuhkan uang dolar dalam jumlah yang besar. 

Pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik dan menjauhi korupsi juga akan sangat berperan dalam menghemat pengeluaran negara sehingga uang negara yang terbatas akan bisa digunakan untuk sektor-sektor produktiv, meningkatkan lapangan kerja dan akhirnya akan benar-benar memandirikan bangsa sehingga tidak selalu bergantung pada negara lain.(ref:kompas.com)



0 comments:

Post a Comment